Barisan Sepeda Tua di Utara Masjid

Dalam perjalanan dari rumah kakek...

***

Seperti biasa, hampir setiap akhir pekan kami sekeluarga berkunjung ke Kota Jombang.
Kota kecil ini berjarak sekitar 90 Km dari rumah kami di daerah Gresik
Tujuan kami kesana selain bertemu dengan sanak saudara, yaitu dalam rangka penyelesaian sebuah proyek  keluarga

Sore itu kami berniat menempuh perjalanan pulang ke Gresik
Karena bertepatan dengan hari terakhir libur panjang, kondisi jalanan begitu padat dan ramai.
Khawatir terjebak macet di daerah Peterongan, Mojoagung, dan Mojokerto,
kami pun mencari jalur alternatif untuk pulang dengan melewati daerah yang lengang.

Setelah beberapa menit memasuki jalur alternatif, suara Adzan Maghrib pun berkumandang
kami mulai melambatkan laju mobil dan mencari masjid terdekat

Beberapa meter kemudian, terlihatlah sebuah masjid kecil di kiri jalan.
Kami pun langsung berbelok dan memberhentikan kendaraan untuk menunaikan shalat disana

***

Sekilas masjid kecil itu nampak sederhana.
Berbentuk persegi, bertembok putih, dengan luas masjid kurang lebih lima kali lima meter persegi
serta beberapa meter teras yang menjorok keluar, lengkap dengan beberapa pilar kayu kecilnya

Dari kesederhanaan yang saya lihat itu, ada sebuah pemandangan menarik yamg terlihat disana...
Beberapa sepeda tua yang berbaris rapih di halaman sisi utara nya.
Sepeda yang berbaris rapi itu seakan-akan dengan suka cita mengantar dan menunggu seseorang di dalam sana.

Sempat bertanya-tanya, sepeda siapa saja itu?
Tak lama kemudian saya pun mendapatkan jawabannya (sesaat setelah memasuki masjid)

Di dalam masjid terlihat beberapa ibu paruh baya yang sedang duduk manis,
beberapa terlihat sedang berdzikir dan beberapa lainnya terlihat seperti menunggu sesuatu.
Ibu-ibu disana begitu ramah dan baik,
Ketika saya dan mamah mengucapkan salam dan berjabat tangan dengan mereka, senyuman serta sambutan manis pun tidak segan-segan mereka tunjukkan.



Setelah mengambil air wudhu dan bersiap untuk sholat berjamaah, tiba-tiba datang lagi tiga orang bapak-bapak paruh baya dengan sepeda tua yang dikayuhnya.
Pikiran saya kembali bertanya-tanya, namun saya harus segera shalat Maghrib berjamaah sekeluarga sehingga pertanyaan tersebut harus rela saya tunda.

Beberapa menit kemudian, setelah selesai shalat berjamaah
kami pun langsung berberes dan menuju ke teras masjid.

Dari hasil obrolan ayah dengan beberapa orang di teras akhirnya saya mengerti tujuan utama mereka ke masjid saat itu

SHALAT TASBIH

subhanallah :')
"seneng ngelihatnya..."

Dengan usia yang sudah hampir renta mereka dengan rela mengayuh jauh sepeda tua nya menuju masjid semata-mata untuk beribadah kepada Allah. 
Bukan hanya untuk shalat wajib, tetapi juga untuk shalat sunnah
Shalat Tasbih ini salah satunya,
Dan terlabih lagi Shalat Tasbih memiliki durasi bacaan yang cukup panjang di tiap gerakannya
Saya salut dengan beliau-beliau ini..

Lalu saya bercermin dan langsung merasa malu terhadap diri sendiri.
saya yang masih muda, saya yang masih enerjik, rumah yang tidak begitu jauh dengan masjid, 
tetapi masih saja berpikir dua kali untuk berjamaah ke masjid, untuk shalat fardhu sekali pun :(

Astaghfirullah, satu peringatan untuk saya lagi hari ini.


0 comments:

Poskan Komentar

 

follow me

pageviews