Short Trip to Solo Jogja - Day 2 (Night)

Setelah seharian menguras tenaga dan keringat di Gunung Kidul, malamnya kami pun beranjak menuju pusat kota Jogja. Katanya sih kota ini cantik dan worth banget buat kita nikmati di malam hari.
Yeah, baiklah! kami juga nggak akan rela melewatkannya begitu saja, mumpung masih di Jogja.

Well, tujuan pertama kita adalah salah satu icon utama kota Jogja yang berupa lapangan. Apa hayo? hahaha banyak ya? Salah yang nanya nih, kurang spesifik!
Oke tujuan pertama kita adalah Alun-alun Kidul, orang-orang Jogja dan sekitarnya sih biasa nyebut Alkid. Kenapa ada embel-embel 'kidul' di belakangnya? Naaah berhubung Jogja ini punya dua alun alun, di sebelah utara dan selatan. Oleh karena itu alun-alun di sebelah selatan ini diberi nama Alun-Alun Kidul, dalam bahasa jawa kidul itu artinya 'Selatan'. Sedangkan Alun-Alun satunya bernama Alun-Alun Utara. (iyalah)

Alun-Alun Kidul ini lebih sempit namun hingar bingar nya lebih berasa di malam hari. Mungkin orang ramai berbondong bondong kesana karena penasaran ato sekedar pengen nyobain 'mitos beringin'.
Jadi, di tengah Alun Alun Kidul itu ada sepasang pohon beringin besar yang sejajar. Konon, barang siapa yang bisa lolos lewat diantara dua pohon itu dengan mata tertutup niscaya harapannya terkabul. Yaah percaya nggak percaya sih ya, tapi patutu dicoba. Apalagi buat yang penasarannya gede! Sepertinya mustahil banget gitu kalo kita gagal melalui dua pohon yang... jaraknya mungkin lebih gede dari dua kali gajah. hah? boleh kita lihat ya nanti #takabbur

Okeee, kurang lebih 15 menit perjalanan dari rumah Budhe Lies (Budhe nya Ima) kita sudah sampai di alun-alun kidul! ....

Dan benar saja, baru satu meter masuk di kawasan ini, semua menjadi lebih sesak.
Di pinggiran jalan Alkid sudah ramai dengan barisan mobil-mobil gowes yang meriah dengan lampu-lampu hiasnya. Di sepanjang trotoar sudah ramai para pedagang kaki lima dengan segala jenis dagangannya. Daaan di tengah lapangan pun juga begitu, ramai dengan pengunjung dan wisatawan yang berpose-pose ria dengan kamera, sekedar kumpul atau nongkrong, bahkan yang mencoba melewati rintangan beringin.
Yaaa, alhasil kami pun kebingungan mencari tempat untuk parkir karena sepanjang jalan mobil-mobil sudah berjejer rapi dan memenuhi jalanan, tidak menyisakan untuk kita sedikit pun.
Namun setelah beberapa kali berputar, akhirnya kami berhasil mendapatkan tempat parkir yang diinginkan.



Yep, setelah puas berfot-foto, kita pun langsung menuju pinggiran jalan Alkid. Disana sudah berjejer mobil  gowes dengan lampu-lampu yang meriah. 
Saatnya memilih! 
Akhirnya piihan kita jatuh kepada sepeda gowes yang terbesar dan terlihat kuat. Secara, kita bertujuh dan tiga orang diantaranya... (sudahlah)

cukup membayar 25000 rupiah untuk dua kali putaran Alkid :))

penampakan mobil gowes alkid, jogja
kecerian kami sebelum merasakan kerasnya kehidupan mobil gowes
pose dulu laaah
setelah menghasilkan cukup banyak keringat dari bergowes gowes ria, kami pun menuju lesehan lesehan kecil di pinggiran Alkid untuk mencicipi semangkuk wedang ronde, pisang bakar, mie pedas, susu hangat dan menu menu lainnya






belom selesaaaai.....


0 comments:

Poskan Komentar

 

follow me

pageviews