Rabu, 26 Desember 2012

Barisan Sepeda Tua di Utara Masjid

Dalam perjalanan dari rumah kakek...

***

Seperti biasa, hampir setiap akhir pekan kami sekeluarga berkunjung ke Kota Jombang.
Kota kecil ini berjarak sekitar 90 Km dari rumah kami di daerah Gresik
Tujuan kami kesana selain bertemu dengan sanak saudara, yaitu dalam rangka penyelesaian sebuah proyek  keluarga

Sore itu kami berniat menempuh perjalanan pulang ke Gresik
Karena bertepatan dengan hari terakhir libur panjang, kondisi jalanan begitu padat dan ramai.
Khawatir terjebak macet di daerah Peterongan, Mojoagung, dan Mojokerto,
kami pun mencari jalur alternatif untuk pulang dengan melewati daerah yang lengang.

Setelah beberapa menit memasuki jalur alternatif, suara Adzan Maghrib pun berkumandang
kami mulai melambatkan laju mobil dan mencari masjid terdekat

Beberapa meter kemudian, terlihatlah sebuah masjid kecil di kiri jalan.
Kami pun langsung berbelok dan memberhentikan kendaraan untuk menunaikan shalat disana

***

Sekilas masjid kecil itu nampak sederhana.
Berbentuk persegi, bertembok putih, dengan luas masjid kurang lebih lima kali lima meter persegi
serta beberapa meter teras yang menjorok keluar, lengkap dengan beberapa pilar kayu kecilnya

Dari kesederhanaan yang saya lihat itu, ada sebuah pemandangan menarik yamg terlihat disana...
Beberapa sepeda tua yang berbaris rapih di halaman sisi utara nya.
Sepeda yang berbaris rapi itu seakan-akan dengan suka cita mengantar dan menunggu seseorang di dalam sana.

Sempat bertanya-tanya, sepeda siapa saja itu?
Tak lama kemudian saya pun mendapatkan jawabannya (sesaat setelah memasuki masjid)

Di dalam masjid terlihat beberapa ibu paruh baya yang sedang duduk manis,
beberapa terlihat sedang berdzikir dan beberapa lainnya terlihat seperti menunggu sesuatu.
Ibu-ibu disana begitu ramah dan baik,
Ketika saya dan mamah mengucapkan salam dan berjabat tangan dengan mereka, senyuman serta sambutan manis pun tidak segan-segan mereka tunjukkan.



Setelah mengambil air wudhu dan bersiap untuk sholat berjamaah, tiba-tiba datang lagi tiga orang bapak-bapak paruh baya dengan sepeda tua yang dikayuhnya.
Pikiran saya kembali bertanya-tanya, namun saya harus segera shalat Maghrib berjamaah sekeluarga sehingga pertanyaan tersebut harus rela saya tunda.

Beberapa menit kemudian, setelah selesai shalat berjamaah
kami pun langsung berberes dan menuju ke teras masjid.

Dari hasil obrolan ayah dengan beberapa orang di teras akhirnya saya mengerti tujuan utama mereka ke masjid saat itu

SHALAT TASBIH

subhanallah :')
"seneng ngelihatnya..."

Dengan usia yang sudah hampir renta mereka dengan rela mengayuh jauh sepeda tua nya menuju masjid semata-mata untuk beribadah kepada Allah. 
Bukan hanya untuk shalat wajib, tetapi juga untuk shalat sunnah
Shalat Tasbih ini salah satunya,
Dan terlabih lagi Shalat Tasbih memiliki durasi bacaan yang cukup panjang di tiap gerakannya
Saya salut dengan beliau-beliau ini..

Lalu saya bercermin dan langsung merasa malu terhadap diri sendiri.
saya yang masih muda, saya yang masih enerjik, rumah yang tidak begitu jauh dengan masjid, 
tetapi masih saja berpikir dua kali untuk berjamaah ke masjid, untuk shalat fardhu sekali pun :(

Astaghfirullah, satu peringatan untuk saya lagi hari ini.

Rabu, 12 Desember 2012

Finally, My Personal Trademarks :)

Jadi pada suatu ketika...
Orang-orang di sekitar saya mulai banyak yang memberikan kritik dan saran, dengan nada sejenis. Kurang lebih bunyinya seperti ini:
"Lin.. Kamu kalo bikin design atau bikin karya apa gitu kok ga dikasih trademark tanda ato apa gitu sih. Biar orang-orang pada tau kalo kamu yang desain. Ntar kalo gini... kalo gitu... bla bla bla"

NAH! iya, diresep-resepin bener juga sih kata mereka hehehe
Cumaaan, saat itu saya masih kurang sreg dengan trademark yang saya punya

Jadi dulu saya sempet punya trademark. Tapi kok ngerasa kalo desainnya teralu simple, kurang punya nilai seni, agak alay daaan terlalu jelas menunjukkan nama saya pribadi hehe jadinya nggak enak, kesannya kok kayak sombong gitu ya kalo mau pasang

Tahun pun berganti...
Beberapa kali terlintas dalam otak saya bentuk-bentuk yang ingin dijadikan unsur dalam trademark
Tapi yaa gitu, karena cuma ada di otak, nggak dituangkan dalam secarik kertas ataupun dituangkan  dalam  software-software design, jadinya yaa ide-ide tadi nggak terealisasi, menguap begitu saja bersama angin. hiks

Beberapa minggu lalu, hal ini kembali terlintas di pikiran saya
Entah kenapa kali ini saya begitu bersemangat merangkai ide yang sedang berlari-lari di pikiran saya ini.

Langsung buka laptop, duduk manis, buka photoshop, dan tumpahkan ideee

JRENG! TARAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~
jadilah seperti ini :)



Jadi dalam logo tersebut bisa kita temukan tiga buah semi-setengah-lingkaran
dua setengah lingkaran yang pertama adalah modifikasi huruf 'B' dan satu sisanya adalah modifikasi huruf 'A' yang dimiringkan.
Jadi maksud dari logo itu adalah nama saya sendiri... Berliana Abidah :)
Nah, tulisan 'berlianaao' di bawahnya itu untuk formalitas. Font nya agak muter-muter jelas gitu ya? hehe sengaja, biar nggak terlalu jelas dan yang penting masih bisa dibaca

fyuuuh, finally :)
Seneng dan lega banget ya akhirnya punya trademarks dalam bentuk logo gini hihihi
Jadi kalo suatu saat mau jeprat sana jepret sini, design sana design sini, stempel sana stempel sini, posting sesuatu di blog atau dimana pun udah bisa menyertakan trademark ini biar punya ciri khas pribadi

Nah kan. Kalo udah gini jadi nggak sabar bikin versi pin nya, mug nya, kaos nya, gantungan kunci nya #cukup #cikuplebay

Mudah-mudahan saya bisa isrtiqomah dengan logo ini ya hehehe (takuntnya ntar bosenan)
Satu lagi, mudah-mudahan logo ini tak lekang dimakan waktu dan bisa cocok di semua era sampai beberapa ratus tahun mendatang

aamiin
hap!

12.12.12 euphoria

12.12.12

Tanggal dengan sejuta tanggapan, dari heboh sampai nynyir
human...

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ini adalah tanggal yang istimewa.
Tanggal yang akan menjadi sejarah bagi banyak manusia di muka bumi ini.

Ditambah lagi, tanggal cantik sejenis 12.12.12 ini tidak akan muncul dalam waktu yang sangat lama. berapa tahun lagikah kira kira?
satu tahun lagi? tidak
dua tahun lagi? tidak
lima tahun lagi? tidak
satu windu lagi? tidak
satu dasawarsa lagi? tidak
dua puluh lima tahun lagi? tidak
lima puluh tahun lagi? tidak
tujuh puluh lima tahun lagi? tidak
yah, mungkin kita akan menemukan tanggal cantik sejenis ini 88 tahun lagi, hahaha tepatnya tanggal 01-01-(21)01
bayangkan saja sudah berapa umur kita saat itu? bayangkan saja masih ada atau tidakkah kita pada tahun itu?

Saking tidak mau ketinggalannya banyak manusia yang hidup di masa ini mempersiapkan hal-hal aneh dan tidak wajar untuk menyambut tanggal ini.
Hal ini menjadi unik ketika yang mereka persiapkan adalah kebahagiaan, seperti tanggal kelahiran, tanggal pernikahan, tanggal jadian, tanggal peresmian ini itu dan sebagainya. Namun sebaliknya, hal ini bisa jadi sangat menyeramkan jika yang disiapkan adalah sebuah kesedihan dan keburukan, naudzubillah, yang ini nggak usah dibahas.

Tapi teteeep, saya masih heran dengan banyaknya orang yang memaksakan tanggal ini, untuk sesuatu yang .....
Seperti kelahiran contohnya, menurut saya memaksakan seorang bayi untuk lahir sebelum waktunya merupakan salah satu pelanggaran HAM, yaitu pelanggaran hak untuk hidup.
Bayangkan saja, di usia kandungan dimana janin masih harus mendapatkan zat dan unsur-unsur eksklusif dari rahim ibu, tetapi janin tersebut dipaksa untuk keluar hanya karena sebuah tanggal,
Saya memang tidak seberapa faham tentang ilmu medis, tapi secara logika kok sepertinya hal itu merugikan si bayi dan si ibu ya? apalagi melahirkannya melalui proses caesar, euuuhh

Yah sudahlah, itu memang sudah pilihan orang tua si bayi dan keluarga besar
Saya hanya bisa berpendapat saja,, hamil saja belum, menikah saja belum. ihik (lahkokcurhat)

Oh iya, nanti saya juga ingin sedikit meninggalkan jejak dalam blog ini
Hehehehe "buat lucu-lucuan aja dan biar tanggalnya gampang diinget" - tanpa melanggar hak dan kewajiban siapapun juga kok, tenang saja.

APA ITU?


nanti ya, tunggu matahari terbit,
ngantuk berats!

Senin, 10 Desember 2012

Awesome tilt-shift video

Tilt-shift merupakan salah satu teknik dalam fotografi yang sangat unik. Objek-objek yang dipotret dengan teknik ini akan terlihat seperti miniatur-miniatur yang nyata.

Kebanyakan fotografer memilih tempat yang lebih tinggi untuk membidik objek-objeknya. Hal ini dimaksudkan agar hasil jepretan bisa mencakup wilayah yang lebih luas dan efek miniatur dapat tertangkap dengan sempurna.

Berikut ini adalah contoh jepretan-jepretan yang menggunakan teknik tilt-shift

taken from deviantart.com
taken from deviantart.com
taken from deviantart.com


Dibutuhkan sebuah lensa khusus dalam menjepret tilt-shift ini
Lensa tersebut nantinya bertugas dalam penyempitan Depth of Field sehingga objek yang dibidik semakin terfokus. Cara kerjanya adalah dengan manipulasi pemiringan (tilt) dan pergeseran (shift) yang dilakukan terhadap lensa, relatif terhadap posisi sensor kamera.


tilt-shift lens for canon
tilt-shift lens for nikon

Selama ini, teknik tilt-shift hanya saya lihat dalam karya-karya fotografi saja. Dan hari  ini(untuk pertama kalinya) saya menemukan sebuah link yang mengajak saya menuju karya yang LUAR BIASA KEREN ini!!!

Video ini mengambil setting di Singapore, disini kita bisa melihat kegiatan perkotaan selama rentang waktu pagi hingga malam. Yang paling saya suka dari video ini adalah teknik tilt-shift nya yang sempurna, efek blur  bertahap yang super keren, tempat tempat yang dijadikannya sebagai objek, unik dan menarik.
Pokoknya, semuanya lah! dari A sampe Z di video ini saya suka!!!
mendingan langsung cek sendiri deh gimana videonya

yuuuks, monggooo :)


The Lion City from Keith Loutit on Vimeo.


Blog-booster

Selamat pagi !
Masih diawali panggilan manis mamah untuk menyapa dunia :)

Kegiatan saya pagi ini diawali dengan kesibukan mempersiapkan sebuah short movie project, hihihi.
Sambil mencari inspirasi disana sini, secara tidak sengaja saya menemukan sebuah quote luar biasa dari Pramoedya Ananta Toer:

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

oh SNAP!!! sepertinya memang benar kalau harus mulai lagi menulis di blog ini. Yang setinggi langit saja bisa hilang, apalagi saya yang masih merangkak naik

Menulis juga ada ruginya kan?
Disini kita bisa bercerita tentang kegiatan sehari hari, sharing ilmu dan pengalaman, media promosi, dan manfaat-manfaat lainnya.
Dan yang pasti dengan menulis blog kita bisa semakin termotivasi untuk memperluas pengalaman, meningkatkan kualitas diri dan memperluas jaringan sosial. yeyeyey! AYO SEMANGAT!

Jumat, 07 Desember 2012

Faith in God

Selamat Pagi :)
lihatlah apa yang saya temukan di facebook hari ini




Professor : You are a Muslim, aren’t you, son ?


Student : Yes, sir.



Professor: So, you believe in GOD ?



Student : Absolutely, sir.


Professor : Is GOD good ?



Student : Sure.


Professor: Is GOD all powerful ?


Student : Yes.


Professor: My brother died of cancer even though he prayed to GOD to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn’t. How is this GOD good then? Hmm?


(Student was silent.)


Professor: You can’t answer, can you ? Let’s start again, young fella. Is GOD good?


Student : Yes.


Professor: Is satan good ?


Student : No.


Professor: Where does satan come from ?


Student : From … GOD …



Professor: That’s right. Tell me son, is there evil in this world?


Student : Yes.


Professor: Evil is everywhere, isn’t it ? And GOD did make everything. Correct?


Student : Yes.


Professor: So who created evil ?


(Student did not answer.)


Professor: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don’t they?


Student : Yes, sir.


Professor: So, who created them ?


(Student had no answer.)


Professor: Science says you have 5 Senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son, have you ever seen GOD?


Student : No, sir.


Professor: Tell us if you have ever heard your GOD?


Student : No , sir.


Professor: Have you ever felt your GOD, tasted your GOD, smelt your GOD? Have you ever had any sensory perception of GOD for that matter?


Student : No, sir. I’m afraid I haven’t.


Professor: Yet you still believe in Him?


Student : Yes.


Professor : According to Empirical, Testable, Demonstrable Protocol, Science says your GOD doesn’t exist. What do you say to that, son?


Student : Nothing. I only have my faith.


Professor: Yes, faith. And that is the problem Science has.


Student : Professor, is there such a thing as heat?


Professor: Yes.


Student : And is there such a thing as cold?


Professor: Yes.


Student : No, sir. There isn’t.


(The lecture theatre became very quiet with this turn of events.)


Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don’t have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can’t go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it.


(There was pin-drop silence in the lecture theater.)



Student : What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?


Professor: Yes. What is night if there isn’t darkness?


Student : You’re wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have low light, normal light, bright light, flashing light. But if you have no light constantly, you have nothing and its called darkness, isn’t it? In reality, darkness isn’t. If it is, were you would be able to make darkness darker, wouldn’t you?


Professor: So what is the point you are making, young man ?


Student : Sir, my point is your philosophical premise is flawed.


Professor: Flawed ? Can you explain how?


Student : Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good GOD and a bad GOD. You are viewing the concept of GOD as something finite, something we can measure. Sir, Science can’t even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing.


Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell me, Professor, do you teach your students that they evolved from a monkey?


Professor: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.


Student : Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?


(The Professor shook his head with a smile, beginning to realize where the argument was going.)


Student : Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor. Are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher?


(The class was in uproar.)


Student : Is there anyone in the class who has ever seen the Professor’s brain?


(The class broke out into laughter. )


Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor’s brain, felt it, touched or smelt it? No one appears to have done so. So, according to the established Rules of Empirical, Stable, Demonstrable Protocol, Science says that you have no brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?


(The room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable.)


Professor: I guess you’ll have to take them on faith, son.


Student : That is it sir … Exactly ! The link between man & GOD is FAITH. That is all that keeps things alive and moving.


Jumat, 30 November 2012

Short Trip to Solo Jogja - Day 2 (Night)

Setelah seharian menguras tenaga dan keringat di Gunung Kidul, malamnya kami pun beranjak menuju pusat kota Jogja. Katanya sih kota ini cantik dan worth banget buat kita nikmati di malam hari.
Yeah, baiklah! kami juga nggak akan rela melewatkannya begitu saja, mumpung masih di Jogja.

Well, tujuan pertama kita adalah salah satu icon utama kota Jogja yang berupa lapangan. Apa hayo? hahaha banyak ya? Salah yang nanya nih, kurang spesifik!
Oke tujuan pertama kita adalah Alun-alun Kidul, orang-orang Jogja dan sekitarnya sih biasa nyebut Alkid. Kenapa ada embel-embel 'kidul' di belakangnya? Naaah berhubung Jogja ini punya dua alun alun, di sebelah utara dan selatan. Oleh karena itu alun-alun di sebelah selatan ini diberi nama Alun-Alun Kidul, dalam bahasa jawa kidul itu artinya 'Selatan'. Sedangkan Alun-Alun satunya bernama Alun-Alun Utara. (iyalah)

Alun-Alun Kidul ini lebih sempit namun hingar bingar nya lebih berasa di malam hari. Mungkin orang ramai berbondong bondong kesana karena penasaran ato sekedar pengen nyobain 'mitos beringin'.
Jadi, di tengah Alun Alun Kidul itu ada sepasang pohon beringin besar yang sejajar. Konon, barang siapa yang bisa lolos lewat diantara dua pohon itu dengan mata tertutup niscaya harapannya terkabul. Yaah percaya nggak percaya sih ya, tapi patutu dicoba. Apalagi buat yang penasarannya gede! Sepertinya mustahil banget gitu kalo kita gagal melalui dua pohon yang... jaraknya mungkin lebih gede dari dua kali gajah. hah? boleh kita lihat ya nanti #takabbur

Okeee, kurang lebih 15 menit perjalanan dari rumah Budhe Lies (Budhe nya Ima) kita sudah sampai di alun-alun kidul! ....

Dan benar saja, baru satu meter masuk di kawasan ini, semua menjadi lebih sesak.
Di pinggiran jalan Alkid sudah ramai dengan barisan mobil-mobil gowes yang meriah dengan lampu-lampu hiasnya. Di sepanjang trotoar sudah ramai para pedagang kaki lima dengan segala jenis dagangannya. Daaan di tengah lapangan pun juga begitu, ramai dengan pengunjung dan wisatawan yang berpose-pose ria dengan kamera, sekedar kumpul atau nongkrong, bahkan yang mencoba melewati rintangan beringin.
Yaaa, alhasil kami pun kebingungan mencari tempat untuk parkir karena sepanjang jalan mobil-mobil sudah berjejer rapi dan memenuhi jalanan, tidak menyisakan untuk kita sedikit pun.
Namun setelah beberapa kali berputar, akhirnya kami berhasil mendapatkan tempat parkir yang diinginkan.



Yep, setelah puas berfot-foto, kita pun langsung menuju pinggiran jalan Alkid. Disana sudah berjejer mobil  gowes dengan lampu-lampu yang meriah. 
Saatnya memilih! 
Akhirnya piihan kita jatuh kepada sepeda gowes yang terbesar dan terlihat kuat. Secara, kita bertujuh dan tiga orang diantaranya... (sudahlah)

cukup membayar 25000 rupiah untuk dua kali putaran Alkid :))

penampakan mobil gowes alkid, jogja
kecerian kami sebelum merasakan kerasnya kehidupan mobil gowes
pose dulu laaah
setelah menghasilkan cukup banyak keringat dari bergowes gowes ria, kami pun menuju lesehan lesehan kecil di pinggiran Alkid untuk mencicipi semangkuk wedang ronde, pisang bakar, mie pedas, susu hangat dan menu menu lainnya






belom selesaaaai.....

Kamis, 22 November 2012

Short Trip to Solo Jogja - Day 2

Oke selanjutnyaaaa

HARI KEDUA!
Sesuai dengan rencana, tujuan yang kami pilih untuk hari itu adalah GUNUNG KIDUUUL!!!

Yak, Gunung Kidul merupakan salah satu daerah di bagian selatan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sekarang lagi nge-hits sebagai tujuan wisata. Kalo dulu mainstreamnya ke jogja adalah jalan-jalan ke alkid (alun-alun kidul), malioboro, parang tritis, taman sari, kuliner gudeg, prambanan, dan sebagainya..
Naaah sekarang sih bukan cuma itu aja! trip kalian nggak bakal lengkap dan nggak bakal seru tanpa dateng dulu dan menikmati indahnya Kawasan Gunung Kidul. Di Gunung Kidul ini kalian akan menemukan berbagai jenis wisata alam cantik, berupa pantai dan air terjun yang masih cukup perawan dan belum ramai didatangi wisatawan. Jadi kebayang kan gimana serunya?

Pagi itu kami berangkat dari rumah Princess Ima di Negeri Parakan, Karanganyar pukul 07.30. Niat awalnya sih, kita bakal berangkat jam 06.00 tapi karena ngluteeek aja di seisi rumahnya Ima, keberangkatan kita jadi molor setengah jam deh, hihi *nyengir*
Hari itu kita nggak cuma berlima, ada dua manusia penuh kerelaan dan baik hati yang mau terjerumus dalam perjalann kita selanjutnya. Perkenalkan, dua manusia itu bernama Ndaru dan Pelo. Mereka berdualah yang akan menjadi driver super baik hati, sepanjang perjalanan menuju Jogja nantinya.

Setelah perjalanan panjang yang disertai pembicaraan saru oleh Mpok Hindun Mitha dan kawan kawan, akhirnya sampai juga kita di komplek pantai Gunung Kidul pukul 9.45 :)
Well, pantai yang pertama kali kita kunjungi adalah Pantai Baron. Pantai ini merupakan pantai terdekat dari kawasan pintu gerbang. Pertama kali menginjakkan kaki di pantai ini, aroma yang paling tajam tercium adalah aroma ikan-ikan yang cukup tajam. Ya, dari sekian pantai yang akan kita kunjungi nanti, pantai ini lah yang paling ramai, bukan oleh pengunjung tetapi para nelayan lengkap dengan kapal kapalnya dan warga sekitar yang ada di sana.

pose pose dulu di pantai baron
kibaran merah putih di pantai baron
seorang bapak menemani anaknya berenang di pantai baron
pantai baron


Tujuan selanjutnya adalah pantai Sundak, pantai ini lebih sepi dan lebih bersih dari pada Pantai Sebelumnya. Air di pantai Sundak lebih tenang, bening, dan berwarna tosca. Terlihat begitu menawan :)

saya bersama jemuran rumpur laut di pantai sundak (?)
mitha dan saya di pantai sundak
without meeee :(

Setelah puas berfoto dan bermain-main di Pantai Sundak kita bersiap menuju pantai lain, dan kita memutuskan untuk pergi ke Pantai Kukup. Sesampainya di pantai kukup, kami mampir ke salah satu rumah makan terlebih dahulu. Lapeeeeeeer, aw!
Dan yang bikin seneng di rumah makan ini adalah, kita nggak perlu bayar mahal untuk bisa makan sepiring porsi menu di sana. Harganya antara 6000-10000 rupiah. Murah kaaan? untuk ukuran tempat wisata cantik dan jauh dari pemukiman seperti itu. wohooo, lucky us! mari makaaan!!

Setelah perut kenyang dan sholat dhuhur, kami memutuskan untuk masuk ke wilayah pantai kukup. Daaan ternyatai pantai ini nggak kalah indah dibanding pantai-pantai sebelumnya. Permukaan air laut di pantai kukup dipenuhi dengan warna-warna hijau, entah ganggang hijau atau rumput laut hehe pokoknya cantik!
Kurang Lebih 5 meter di sebelah selatan Pantai Kukup terdapat sebuah pulau kecil. Yang membuat pemandangan di Pantai Kukup lebih cantik adalah adanya sebuah jembatan yang memanjang dari pinggiran pantai menuju pulau tersebut, dan di atas pulau berbentuk bukit tersebut terdapat sebuah gardu pandang. Jadi kalo kita lihat sekilas, mirip dengan pemandangan Pantai Tanah Lot di daerah Bali.
Selain itu di Pantai Kukup ini terdapat sebuah tebing yang mirip dengan gua-gua dekat pantai, dan inilah yang membuat saya jatuh cinta kepada Pantai Kukup.

jembatan menuju gerdu pandang di pantai kukup
batu batu besar di pantai kukup
perairan pantai kukup yang kaya akan biota rumput laut segar :)
seorang anak bermain pasir di pantai kukup

Waktu berjalan begitu cepat, tiba-tiba jarum jam di tangan sudah menunjuk ke angka 3 dan angka 12 :| Sebenarnya masih sangat banyak pantai yang ingin kita datangi, seperti pantai ngobaran, pantai indrayanti, air terjun sri gethuk, goa pindul, dan sebagainya.
Namun karena sudah sore dan masih banyak agenda lain menunggu, kita harus bersiap meninggalkan Gunung Kidul menuju Kota Jogja.
Cuuuus berangkaaaats!!!

Rabu, 21 November 2012

Short Trip to Solo Jogja - Day 1

Berawal dari keinginan untuk mengisi waktu selama liburan dan reuni bersama anak kosan, akhirnya terealisasikanlah jalan jalan singkat ke kota Solo dan Jogja, selama 3 hari 3 malam. YEAY!

Kami berangkat bertiga menuju Solo dari Kota Jombang. Awalnya kami hanya bertiga dari sini, karena dua anggota kosan yang lain (Ima dan Mitha) memang sudah penghuni Jawa Tengah, yaitu Kota Karanganyaaaar. (yeaaah, mereka mah tinggal ongkang ongkang kaki juga udah nyampe Solo). Oleh karena itu, kita sepakat untuk menobatkan mereka sebagai tour guide dalam trip kita kali ini. 
Well, langsung aja kali ya masuk ke cerita inti... hewhew

Jadi, kami bertiga berangkat dari Jombang pada Senin, 4 Nov 2012. Kami berangkat menuju Solo dengan kereta Logawa pukul 11 an. Kurang lebih pukul 10 kami bertiga (Saya, Nina, dan Etika) sudah duduk manis  di Stasiun Jombang. Sempet kangen kangenan bentar, sambil ngomongin topi saya yang agak 'tampil' di stasiun waktu itu hahaha.

Akhirnyaaa, kereta Logawa pun tiba. Kami langsung buru-buru cari gerbong dan cari tempat duduk yang sesuai dengan tiket kami. Aha! Dapat! Di antara dua kursi yang saling berpasangan itu ada seorang 'mbak-mbak' yang sepertinya sudah cukup lelah karena perjalann panjang dari kota-kota sebelumnya. Oke, ada tiga kursi yang kosong, daaaan itulah singgasana kami untuk beberapa jam kedepan.

Niat awalnya sih, selama di kereta kita mau save energy, karena perjalanan masih panjang untuk tiga hari ke depan. Yaaah, tapi tau sendiri kan? Kebiasaan orang yang selama bertahun-tahun tinggal dalam satu atap (yang udah biasa makan bareng, jalan bareng, masak bareng, kerja bakti bareng, cerita bareng, sampe tidur bareng) tiba-tiba berpisah dan ternyata sekarang dipertemukan kembali? Apalagi cewek cewek?? hahaha yap, bener! ngooobroooool kesana kemari, nyerocooooos tanpa henti. Dari pantat nempel di kursi kereta sampe pantat diangkat lagi pertanda turun dari kereta, kita ngobrol tanpa henti gak mari-mari. Dari ceritain diri sendiri, cerita diantara kita, sampai ngomongin orang (ups) semua dijabanin. Itu pun masih belom semua sanggup kita ceritakan, karena memang masih terbatas oleh waktu huhu. Okay, akhirnya 4 jam kemudian terdengarlah sayup sayupsuara dari kejauhan  'Solo Jebres... Solo Jebres...' yeup, sudah saatnya kita bersiap siap untuk turun. Disinilah stasiun destinasi kita untuk mengawali perjalanan yang akan begitu meeenyenangkan.

Sesampainya di Stasiun Solo Jebres, kita turun dari kereta dan celingukan kesana kemari. Langsung menghubungi Ima dan Mitha yang sudah siap menjemput dan mengajak kita jalan jalan bersamaaa :) dan ternyata mereka berdua sudah siap di depan stasiun,  tidak lupa bersama kereta kencana.
Stasiun Solo Jebres bukanlah stasiun yang besar, sehingga cukup beberapa langkah saja untuk sampai di parkiran depan stasiun. Dari kejauhan sudah terlihat seorang Mitha dengan style CETAR nya yang sedang sedang menghadap ke jalan. Sontak mulut mulut ini, berteriak. "Mithaaaaa!!!" dan mitha pun langsung menoleh sambil menarik Ima yang tiba tiba udah di rangkul di sampingnya hahaha. Dan seorang Ima pun hari itu nampak sedikit berbeda, lebih feminim dengan outer batiknya yang cantik (outernya... hahaha enggak enggak im. Ima nya juga cantik, efek abis makan soto bareng kali ya.. *ups*)

Lanjuuut, kita semua sudah duduk manis dalam kereta kencana dan dikendarai oleh seorang Ima yang sudah berhasil kemana-mana tanpa SIM di dompetnya. Keluar dari Stasiun Solo Jebres kita langsung berputar-putar mengelilingi kota Solo, ditunjukin ini ikon-ikon Kota Solo, nama jalan nge hits, kantor-kantor di Solo, tempat bersejarah di  Solo, daaan ini lhooo... itu lhooo... lainnya sepanjang jalan.

Karena perut lapar, akhirnya kita memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Karena ini judulnya 'trip' yaaa, jadi kita nggak mau makan di tempat tempat biasa. Kita maunya makan menu khas yang ada di kota itu, daaan pilihan kita jatuh kepada Warung Selat Mbak Lies!  
Yak, setelah beberapa kali nyasar dan tak tau arah. akhirnya kita sampai juga di Jalan Serengan, sebuah gang sangat kecil tempat warung ini berada. Kata pertama yang keluar dari mulut begitu melihat interiornya adalah, WOOOW! Saya bener-bener takjub dan suka dengan interiornya yang sangat unik :) selain itu waiter dan waitress selalu pakai kostum yang lucu dan berganti terus setiap hari.


berfoto di depan warung selat mbak lies (Lina, Etika, Mitha, Nina)


Ima, Nina, Etika, Lina


penampakan selat solo


from warungselat.wordpress.com


Setelah puas makan dan berfoto-foto di selat solo, kami langsung bersiap berputar putar di Kota Solo lagi, kali ini mampir di Keraton Solo dan berputar putar di sekitarnya. Di depan keraton kami sempat bertemu dengan dua orang eyang-eyang (yang sepertinya abdi dalem keraton), kita panggil kedua eyang itu soalnya pengen foto bareng. lucu banget, dengan gayanya yang sepertinya masih begitu kental. Namun salah satu dari eyang itu sepertinya enggan untuk difoto, mungkin beliau takut atau berpikir sesuatu yang macam macam. Dan maaf saya juga jadi nggak enak hati, mau upload fotonya disini :( padahal tadinya pengen

Karena di antara kami ada seorang cinderella yang dilarang keluyuran malam-malam (kalo lagi di Solo-Karanganyar) alhasil, sore itu kita harus segera pulang ke istana-istana Mitha dan Ima di Karanganyar.

Review hari pertama done! tunggu review hari kedua dan ketiga di postingan selanjutnya ya!

Kamis, 05 April 2012

Filosofi Labirin

Hello...
Selamat Pagi semuanyaaaa ( ^)>

Semoga hari ini menjadi hari yang lebih baik dari kemarin ya, dan semoga hari ini semua rencana dan kegiatan berjalan dengan lancar, (satu dan lagi) semoga akan ada pelajaran baru yang bisa dipetik hari ini.

Oke, perkenalkan nama saya Laberian :)
Aneh ya? hahaha iyalah pasti aneh! itu bukan nama saya sebenarnya. Laberian hanyalah sebuah nama anagram.
Dari sekian banyak variasi anagram kata berliana, entah kenapa nama Laberian terdengar paling asik
Setelah kata Laberian terngiang ngiang di kepala saya, pikiran saya menjalar entah kemana-mana
Daaaan voilaa, tiba-tiba merasuk dan menyelinaplah kata labirin ke dalam pikiran saya :) seperti menemukan sesuatu yang selama ini hilang, saya menjadi begitu bahagia. #apasihlin

Filosofi Labirin


Kenapa sih filosofi labirin? Memangnya ada apa dengan Labirin?
Yak, disinilah saya akan menjelaskan secara singkat tentang alasan saya, mengapa memilih kata 'labirin' ini untuk alamat blog, dan disisipkan sebelum nama depan saya :)

Labirin : 
1. tempat yg penuh dng jalan dan lorong yg berliku-liku dan simpang siur; sesuatu yg sangat rumit dan berbelit-belit (tt susunan, aturan, dsb); 3 sistem rongga atau saluran yg berhubungan
Mungkin saat pertama kali melihat dan membaca arti kata labirin, semua terasa begitu rumit dan serba membingungkanpadahaaal tidak seperti itu Kawan. Labirin memiliki makna lebih bagi saya :)

Jadi teringat memori semasa kecil, saat saya pertama kali melihat dan mendengar kata labirin, saya menjadi seorang anak yang begitu bersemangat dan penasaran untuk memulai permainan labirin ini.
Saya yakin diantara kerumitan dan kepenuh-tekatekian labirin ini PASTI ada suatu keindahan dan jalan keluar yang akan kita dapat. Dengan perasaan yang senang dan penuh semangat, mulailah saya menyelinap dari satu rongga ke rongga yang lain, semua terasa begitu menyenangkan sampai akhirnya di tengah jalan, saya merasa sedikit kebingungan dan mulai panik, saya takut kalau kalau semuanya tiada berakhir. Namun saya mencoba untuk tenang dan memunculkan kembali perasaan senang dan penuh semangat tadi, saya telusuri rongga itu satu persatu, dan akhrinya yeheeee pintu keluar di depan mata.
Setelah di luar labirin, ada sedikit rasa senang yang menyeruak! Senang karena telah berhasil dan senang karena telah melewatkan labirin yang sebenarnya begitu asyik dan begitu indah, dan semua ini saya dapatkan dengan syarat saya tenang, senang, bahagia, dan bersemangat :)

Dalam kehidupan kita juga pasti akan menemukan liku liku kehidupan dan cerita yang tidak jauh berbeda dari labirin ini. Ketika kita mulai menjalani kehidupan mulailah dengan senang dan penuh semangat! dan saat kita mendapatkan masalah janganlah panik dan putus asa, cobalah untuk tenang dan dinginkan pikiran, tajamkan lagi semangat semangat yang mulai menumpul tadi, serta cobalah rasakan kenikmatannya dan ambil hal hal positif dari cobaan yang sedang kita alami ini, niscaya kita akan menjalani kehidupan ini dengan lebih baik dan lebih bermakna
Dalam menjalani kehidupan yang penuh warna ini, semuanya tergantung dari cara kita dalam memandang kehidupan, ketika kita yakin dan merasa senang menjalaninya, maka semua akan berjalan lancar dan terasa ringan :)

Oke, lain kali akan saya lanjut lagi ocehan ocehan dari laberian.
Matahari sudah terbit di ufuk timur, alarm alami saya telah berbunya dan it untuk bersu tandanya saya harus bergegas untuk menuju kampus, menimba ilmu :)

Semoga hari ini saya, kamu, kita semuanya selalu diiringi oleh perasaan senang, semangat, dan pikiran pikiran positif
SEMANGAAAAAT!!!