Rabu, 26 Desember 2012

Barisan Sepeda Tua di Utara Masjid

Dalam perjalanan dari rumah kakek...

***

Seperti biasa, hampir setiap akhir pekan kami sekeluarga berkunjung ke Kota Jombang.
Kota kecil ini berjarak sekitar 90 Km dari rumah kami di daerah Gresik
Tujuan kami kesana selain bertemu dengan sanak saudara, yaitu dalam rangka penyelesaian sebuah proyek  keluarga

Sore itu kami berniat menempuh perjalanan pulang ke Gresik
Karena bertepatan dengan hari terakhir libur panjang, kondisi jalanan begitu padat dan ramai.
Khawatir terjebak macet di daerah Peterongan, Mojoagung, dan Mojokerto,
kami pun mencari jalur alternatif untuk pulang dengan melewati daerah yang lengang.

Setelah beberapa menit memasuki jalur alternatif, suara Adzan Maghrib pun berkumandang
kami mulai melambatkan laju mobil dan mencari masjid terdekat

Beberapa meter kemudian, terlihatlah sebuah masjid kecil di kiri jalan.
Kami pun langsung berbelok dan memberhentikan kendaraan untuk menunaikan shalat disana

***

Sekilas masjid kecil itu nampak sederhana.
Berbentuk persegi, bertembok putih, dengan luas masjid kurang lebih lima kali lima meter persegi
serta beberapa meter teras yang menjorok keluar, lengkap dengan beberapa pilar kayu kecilnya

Dari kesederhanaan yang saya lihat itu, ada sebuah pemandangan menarik yamg terlihat disana...
Beberapa sepeda tua yang berbaris rapih di halaman sisi utara nya.
Sepeda yang berbaris rapi itu seakan-akan dengan suka cita mengantar dan menunggu seseorang di dalam sana.

Sempat bertanya-tanya, sepeda siapa saja itu?
Tak lama kemudian saya pun mendapatkan jawabannya (sesaat setelah memasuki masjid)

Di dalam masjid terlihat beberapa ibu paruh baya yang sedang duduk manis,
beberapa terlihat sedang berdzikir dan beberapa lainnya terlihat seperti menunggu sesuatu.
Ibu-ibu disana begitu ramah dan baik,
Ketika saya dan mamah mengucapkan salam dan berjabat tangan dengan mereka, senyuman serta sambutan manis pun tidak segan-segan mereka tunjukkan.



Setelah mengambil air wudhu dan bersiap untuk sholat berjamaah, tiba-tiba datang lagi tiga orang bapak-bapak paruh baya dengan sepeda tua yang dikayuhnya.
Pikiran saya kembali bertanya-tanya, namun saya harus segera shalat Maghrib berjamaah sekeluarga sehingga pertanyaan tersebut harus rela saya tunda.

Beberapa menit kemudian, setelah selesai shalat berjamaah
kami pun langsung berberes dan menuju ke teras masjid.

Dari hasil obrolan ayah dengan beberapa orang di teras akhirnya saya mengerti tujuan utama mereka ke masjid saat itu

SHALAT TASBIH

subhanallah :')
"seneng ngelihatnya..."

Dengan usia yang sudah hampir renta mereka dengan rela mengayuh jauh sepeda tua nya menuju masjid semata-mata untuk beribadah kepada Allah. 
Bukan hanya untuk shalat wajib, tetapi juga untuk shalat sunnah
Shalat Tasbih ini salah satunya,
Dan terlabih lagi Shalat Tasbih memiliki durasi bacaan yang cukup panjang di tiap gerakannya
Saya salut dengan beliau-beliau ini..

Lalu saya bercermin dan langsung merasa malu terhadap diri sendiri.
saya yang masih muda, saya yang masih enerjik, rumah yang tidak begitu jauh dengan masjid, 
tetapi masih saja berpikir dua kali untuk berjamaah ke masjid, untuk shalat fardhu sekali pun :(

Astaghfirullah, satu peringatan untuk saya lagi hari ini.

Rabu, 12 Desember 2012

Finally, My Personal Trademarks :)

Jadi pada suatu ketika...
Orang-orang di sekitar saya mulai banyak yang memberikan kritik dan saran, dengan nada sejenis. Kurang lebih bunyinya seperti ini:
"Lin.. Kamu kalo bikin design atau bikin karya apa gitu kok ga dikasih trademark tanda ato apa gitu sih. Biar orang-orang pada tau kalo kamu yang desain. Ntar kalo gini... kalo gitu... bla bla bla"

NAH! iya, diresep-resepin bener juga sih kata mereka hehehe
Cumaaan, saat itu saya masih kurang sreg dengan trademark yang saya punya

Jadi dulu saya sempet punya trademark. Tapi kok ngerasa kalo desainnya teralu simple, kurang punya nilai seni, agak alay daaan terlalu jelas menunjukkan nama saya pribadi hehe jadinya nggak enak, kesannya kok kayak sombong gitu ya kalo mau pasang

Tahun pun berganti...
Beberapa kali terlintas dalam otak saya bentuk-bentuk yang ingin dijadikan unsur dalam trademark
Tapi yaa gitu, karena cuma ada di otak, nggak dituangkan dalam secarik kertas ataupun dituangkan  dalam  software-software design, jadinya yaa ide-ide tadi nggak terealisasi, menguap begitu saja bersama angin. hiks

Beberapa minggu lalu, hal ini kembali terlintas di pikiran saya
Entah kenapa kali ini saya begitu bersemangat merangkai ide yang sedang berlari-lari di pikiran saya ini.

Langsung buka laptop, duduk manis, buka photoshop, dan tumpahkan ideee

JRENG! TARAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA~
jadilah seperti ini :)



Jadi dalam logo tersebut bisa kita temukan tiga buah semi-setengah-lingkaran
dua setengah lingkaran yang pertama adalah modifikasi huruf 'B' dan satu sisanya adalah modifikasi huruf 'A' yang dimiringkan.
Jadi maksud dari logo itu adalah nama saya sendiri... Berliana Abidah :)
Nah, tulisan 'berlianaao' di bawahnya itu untuk formalitas. Font nya agak muter-muter jelas gitu ya? hehe sengaja, biar nggak terlalu jelas dan yang penting masih bisa dibaca

fyuuuh, finally :)
Seneng dan lega banget ya akhirnya punya trademarks dalam bentuk logo gini hihihi
Jadi kalo suatu saat mau jeprat sana jepret sini, design sana design sini, stempel sana stempel sini, posting sesuatu di blog atau dimana pun udah bisa menyertakan trademark ini biar punya ciri khas pribadi

Nah kan. Kalo udah gini jadi nggak sabar bikin versi pin nya, mug nya, kaos nya, gantungan kunci nya #cukup #cikuplebay

Mudah-mudahan saya bisa isrtiqomah dengan logo ini ya hehehe (takuntnya ntar bosenan)
Satu lagi, mudah-mudahan logo ini tak lekang dimakan waktu dan bisa cocok di semua era sampai beberapa ratus tahun mendatang

aamiin
hap!

12.12.12 euphoria

12.12.12

Tanggal dengan sejuta tanggapan, dari heboh sampai nynyir
human...

Memang tidak bisa dipungkiri bahwa ini adalah tanggal yang istimewa.
Tanggal yang akan menjadi sejarah bagi banyak manusia di muka bumi ini.

Ditambah lagi, tanggal cantik sejenis 12.12.12 ini tidak akan muncul dalam waktu yang sangat lama. berapa tahun lagikah kira kira?
satu tahun lagi? tidak
dua tahun lagi? tidak
lima tahun lagi? tidak
satu windu lagi? tidak
satu dasawarsa lagi? tidak
dua puluh lima tahun lagi? tidak
lima puluh tahun lagi? tidak
tujuh puluh lima tahun lagi? tidak
yah, mungkin kita akan menemukan tanggal cantik sejenis ini 88 tahun lagi, hahaha tepatnya tanggal 01-01-(21)01
bayangkan saja sudah berapa umur kita saat itu? bayangkan saja masih ada atau tidakkah kita pada tahun itu?

Saking tidak mau ketinggalannya banyak manusia yang hidup di masa ini mempersiapkan hal-hal aneh dan tidak wajar untuk menyambut tanggal ini.
Hal ini menjadi unik ketika yang mereka persiapkan adalah kebahagiaan, seperti tanggal kelahiran, tanggal pernikahan, tanggal jadian, tanggal peresmian ini itu dan sebagainya. Namun sebaliknya, hal ini bisa jadi sangat menyeramkan jika yang disiapkan adalah sebuah kesedihan dan keburukan, naudzubillah, yang ini nggak usah dibahas.

Tapi teteeep, saya masih heran dengan banyaknya orang yang memaksakan tanggal ini, untuk sesuatu yang .....
Seperti kelahiran contohnya, menurut saya memaksakan seorang bayi untuk lahir sebelum waktunya merupakan salah satu pelanggaran HAM, yaitu pelanggaran hak untuk hidup.
Bayangkan saja, di usia kandungan dimana janin masih harus mendapatkan zat dan unsur-unsur eksklusif dari rahim ibu, tetapi janin tersebut dipaksa untuk keluar hanya karena sebuah tanggal,
Saya memang tidak seberapa faham tentang ilmu medis, tapi secara logika kok sepertinya hal itu merugikan si bayi dan si ibu ya? apalagi melahirkannya melalui proses caesar, euuuhh

Yah sudahlah, itu memang sudah pilihan orang tua si bayi dan keluarga besar
Saya hanya bisa berpendapat saja,, hamil saja belum, menikah saja belum. ihik (lahkokcurhat)

Oh iya, nanti saya juga ingin sedikit meninggalkan jejak dalam blog ini
Hehehehe "buat lucu-lucuan aja dan biar tanggalnya gampang diinget" - tanpa melanggar hak dan kewajiban siapapun juga kok, tenang saja.

APA ITU?


nanti ya, tunggu matahari terbit,
ngantuk berats!

Senin, 10 Desember 2012

Awesome tilt-shift video

Tilt-shift merupakan salah satu teknik dalam fotografi yang sangat unik. Objek-objek yang dipotret dengan teknik ini akan terlihat seperti miniatur-miniatur yang nyata.

Kebanyakan fotografer memilih tempat yang lebih tinggi untuk membidik objek-objeknya. Hal ini dimaksudkan agar hasil jepretan bisa mencakup wilayah yang lebih luas dan efek miniatur dapat tertangkap dengan sempurna.

Berikut ini adalah contoh jepretan-jepretan yang menggunakan teknik tilt-shift

taken from deviantart.com
taken from deviantart.com
taken from deviantart.com


Dibutuhkan sebuah lensa khusus dalam menjepret tilt-shift ini
Lensa tersebut nantinya bertugas dalam penyempitan Depth of Field sehingga objek yang dibidik semakin terfokus. Cara kerjanya adalah dengan manipulasi pemiringan (tilt) dan pergeseran (shift) yang dilakukan terhadap lensa, relatif terhadap posisi sensor kamera.


tilt-shift lens for canon
tilt-shift lens for nikon

Selama ini, teknik tilt-shift hanya saya lihat dalam karya-karya fotografi saja. Dan hari  ini(untuk pertama kalinya) saya menemukan sebuah link yang mengajak saya menuju karya yang LUAR BIASA KEREN ini!!!

Video ini mengambil setting di Singapore, disini kita bisa melihat kegiatan perkotaan selama rentang waktu pagi hingga malam. Yang paling saya suka dari video ini adalah teknik tilt-shift nya yang sempurna, efek blur  bertahap yang super keren, tempat tempat yang dijadikannya sebagai objek, unik dan menarik.
Pokoknya, semuanya lah! dari A sampe Z di video ini saya suka!!!
mendingan langsung cek sendiri deh gimana videonya

yuuuks, monggooo :)


The Lion City from Keith Loutit on Vimeo.


Blog-booster

Selamat pagi !
Masih diawali panggilan manis mamah untuk menyapa dunia :)

Kegiatan saya pagi ini diawali dengan kesibukan mempersiapkan sebuah short movie project, hihihi.
Sambil mencari inspirasi disana sini, secara tidak sengaja saya menemukan sebuah quote luar biasa dari Pramoedya Ananta Toer:

Orang boleh pandai setinggi langit, tapi selama ia tidak menulis, ia akan hilang di dalam masyarakat dan dari sejarah. Menulis adalah bekerja untuk keabadian.”

oh SNAP!!! sepertinya memang benar kalau harus mulai lagi menulis di blog ini. Yang setinggi langit saja bisa hilang, apalagi saya yang masih merangkak naik

Menulis juga ada ruginya kan?
Disini kita bisa bercerita tentang kegiatan sehari hari, sharing ilmu dan pengalaman, media promosi, dan manfaat-manfaat lainnya.
Dan yang pasti dengan menulis blog kita bisa semakin termotivasi untuk memperluas pengalaman, meningkatkan kualitas diri dan memperluas jaringan sosial. yeyeyey! AYO SEMANGAT!

Jumat, 07 Desember 2012

Faith in God

Selamat Pagi :)
lihatlah apa yang saya temukan di facebook hari ini




Professor : You are a Muslim, aren’t you, son ?


Student : Yes, sir.



Professor: So, you believe in GOD ?



Student : Absolutely, sir.


Professor : Is GOD good ?



Student : Sure.


Professor: Is GOD all powerful ?


Student : Yes.


Professor: My brother died of cancer even though he prayed to GOD to heal him. Most of us would attempt to help others who are ill. But GOD didn’t. How is this GOD good then? Hmm?


(Student was silent.)


Professor: You can’t answer, can you ? Let’s start again, young fella. Is GOD good?


Student : Yes.


Professor: Is satan good ?


Student : No.


Professor: Where does satan come from ?


Student : From … GOD …



Professor: That’s right. Tell me son, is there evil in this world?


Student : Yes.


Professor: Evil is everywhere, isn’t it ? And GOD did make everything. Correct?


Student : Yes.


Professor: So who created evil ?


(Student did not answer.)


Professor: Is there sickness? Immorality? Hatred? Ugliness? All these terrible things exist in the world, don’t they?


Student : Yes, sir.


Professor: So, who created them ?


(Student had no answer.)


Professor: Science says you have 5 Senses you use to identify and observe the world around you. Tell me, son, have you ever seen GOD?


Student : No, sir.


Professor: Tell us if you have ever heard your GOD?


Student : No , sir.


Professor: Have you ever felt your GOD, tasted your GOD, smelt your GOD? Have you ever had any sensory perception of GOD for that matter?


Student : No, sir. I’m afraid I haven’t.


Professor: Yet you still believe in Him?


Student : Yes.


Professor : According to Empirical, Testable, Demonstrable Protocol, Science says your GOD doesn’t exist. What do you say to that, son?


Student : Nothing. I only have my faith.


Professor: Yes, faith. And that is the problem Science has.


Student : Professor, is there such a thing as heat?


Professor: Yes.


Student : And is there such a thing as cold?


Professor: Yes.


Student : No, sir. There isn’t.


(The lecture theatre became very quiet with this turn of events.)


Student : Sir, you can have lots of heat, even more heat, superheat, mega heat, white heat, a little heat or no heat. But we don’t have anything called cold. We can hit 458 degrees below zero which is no heat, but we can’t go any further after that. There is no such thing as cold. Cold is only a word we use to describe the absence of heat. We cannot measure cold. Heat is energy. Cold is not the opposite of heat, sir, just the absence of it.


(There was pin-drop silence in the lecture theater.)



Student : What about darkness, Professor? Is there such a thing as darkness?


Professor: Yes. What is night if there isn’t darkness?


Student : You’re wrong again, sir. Darkness is the absence of something. You can have low light, normal light, bright light, flashing light. But if you have no light constantly, you have nothing and its called darkness, isn’t it? In reality, darkness isn’t. If it is, were you would be able to make darkness darker, wouldn’t you?


Professor: So what is the point you are making, young man ?


Student : Sir, my point is your philosophical premise is flawed.


Professor: Flawed ? Can you explain how?


Student : Sir, you are working on the premise of duality. You argue there is life and then there is death, a good GOD and a bad GOD. You are viewing the concept of GOD as something finite, something we can measure. Sir, Science can’t even explain a thought. It uses electricity and magnetism, but has never seen, much less fully understood either one. To view death as the opposite of life is to be ignorant of the fact that death cannot exist as a substantive thing.


Death is not the opposite of life: just the absence of it. Now tell me, Professor, do you teach your students that they evolved from a monkey?


Professor: If you are referring to the natural evolutionary process, yes, of course, I do.


Student : Have you ever observed evolution with your own eyes, sir?


(The Professor shook his head with a smile, beginning to realize where the argument was going.)


Student : Since no one has ever observed the process of evolution at work and cannot even prove that this process is an on-going endeavor. Are you not teaching your opinion, sir? Are you not a scientist but a preacher?


(The class was in uproar.)


Student : Is there anyone in the class who has ever seen the Professor’s brain?


(The class broke out into laughter. )


Student : Is there anyone here who has ever heard the Professor’s brain, felt it, touched or smelt it? No one appears to have done so. So, according to the established Rules of Empirical, Stable, Demonstrable Protocol, Science says that you have no brain, sir. With all due respect, sir, how do we then trust your lectures, sir?


(The room was silent. The Professor stared at the student, his face unfathomable.)


Professor: I guess you’ll have to take them on faith, son.


Student : That is it sir … Exactly ! The link between man & GOD is FAITH. That is all that keeps things alive and moving.