Jumat, 30 November 2012

Short Trip to Solo Jogja - Day 2 (Night)

Setelah seharian menguras tenaga dan keringat di Gunung Kidul, malamnya kami pun beranjak menuju pusat kota Jogja. Katanya sih kota ini cantik dan worth banget buat kita nikmati di malam hari.
Yeah, baiklah! kami juga nggak akan rela melewatkannya begitu saja, mumpung masih di Jogja.

Well, tujuan pertama kita adalah salah satu icon utama kota Jogja yang berupa lapangan. Apa hayo? hahaha banyak ya? Salah yang nanya nih, kurang spesifik!
Oke tujuan pertama kita adalah Alun-alun Kidul, orang-orang Jogja dan sekitarnya sih biasa nyebut Alkid. Kenapa ada embel-embel 'kidul' di belakangnya? Naaah berhubung Jogja ini punya dua alun alun, di sebelah utara dan selatan. Oleh karena itu alun-alun di sebelah selatan ini diberi nama Alun-Alun Kidul, dalam bahasa jawa kidul itu artinya 'Selatan'. Sedangkan Alun-Alun satunya bernama Alun-Alun Utara. (iyalah)

Alun-Alun Kidul ini lebih sempit namun hingar bingar nya lebih berasa di malam hari. Mungkin orang ramai berbondong bondong kesana karena penasaran ato sekedar pengen nyobain 'mitos beringin'.
Jadi, di tengah Alun Alun Kidul itu ada sepasang pohon beringin besar yang sejajar. Konon, barang siapa yang bisa lolos lewat diantara dua pohon itu dengan mata tertutup niscaya harapannya terkabul. Yaah percaya nggak percaya sih ya, tapi patutu dicoba. Apalagi buat yang penasarannya gede! Sepertinya mustahil banget gitu kalo kita gagal melalui dua pohon yang... jaraknya mungkin lebih gede dari dua kali gajah. hah? boleh kita lihat ya nanti #takabbur

Okeee, kurang lebih 15 menit perjalanan dari rumah Budhe Lies (Budhe nya Ima) kita sudah sampai di alun-alun kidul! ....

Dan benar saja, baru satu meter masuk di kawasan ini, semua menjadi lebih sesak.
Di pinggiran jalan Alkid sudah ramai dengan barisan mobil-mobil gowes yang meriah dengan lampu-lampu hiasnya. Di sepanjang trotoar sudah ramai para pedagang kaki lima dengan segala jenis dagangannya. Daaan di tengah lapangan pun juga begitu, ramai dengan pengunjung dan wisatawan yang berpose-pose ria dengan kamera, sekedar kumpul atau nongkrong, bahkan yang mencoba melewati rintangan beringin.
Yaaa, alhasil kami pun kebingungan mencari tempat untuk parkir karena sepanjang jalan mobil-mobil sudah berjejer rapi dan memenuhi jalanan, tidak menyisakan untuk kita sedikit pun.
Namun setelah beberapa kali berputar, akhirnya kami berhasil mendapatkan tempat parkir yang diinginkan.



Yep, setelah puas berfot-foto, kita pun langsung menuju pinggiran jalan Alkid. Disana sudah berjejer mobil  gowes dengan lampu-lampu yang meriah. 
Saatnya memilih! 
Akhirnya piihan kita jatuh kepada sepeda gowes yang terbesar dan terlihat kuat. Secara, kita bertujuh dan tiga orang diantaranya... (sudahlah)

cukup membayar 25000 rupiah untuk dua kali putaran Alkid :))

penampakan mobil gowes alkid, jogja
kecerian kami sebelum merasakan kerasnya kehidupan mobil gowes
pose dulu laaah
setelah menghasilkan cukup banyak keringat dari bergowes gowes ria, kami pun menuju lesehan lesehan kecil di pinggiran Alkid untuk mencicipi semangkuk wedang ronde, pisang bakar, mie pedas, susu hangat dan menu menu lainnya






belom selesaaaai.....

Kamis, 22 November 2012

Short Trip to Solo Jogja - Day 2

Oke selanjutnyaaaa

HARI KEDUA!
Sesuai dengan rencana, tujuan yang kami pilih untuk hari itu adalah GUNUNG KIDUUUL!!!

Yak, Gunung Kidul merupakan salah satu daerah di bagian selatan Daerah Istimewa Yogyakarta yang sekarang lagi nge-hits sebagai tujuan wisata. Kalo dulu mainstreamnya ke jogja adalah jalan-jalan ke alkid (alun-alun kidul), malioboro, parang tritis, taman sari, kuliner gudeg, prambanan, dan sebagainya..
Naaah sekarang sih bukan cuma itu aja! trip kalian nggak bakal lengkap dan nggak bakal seru tanpa dateng dulu dan menikmati indahnya Kawasan Gunung Kidul. Di Gunung Kidul ini kalian akan menemukan berbagai jenis wisata alam cantik, berupa pantai dan air terjun yang masih cukup perawan dan belum ramai didatangi wisatawan. Jadi kebayang kan gimana serunya?

Pagi itu kami berangkat dari rumah Princess Ima di Negeri Parakan, Karanganyar pukul 07.30. Niat awalnya sih, kita bakal berangkat jam 06.00 tapi karena ngluteeek aja di seisi rumahnya Ima, keberangkatan kita jadi molor setengah jam deh, hihi *nyengir*
Hari itu kita nggak cuma berlima, ada dua manusia penuh kerelaan dan baik hati yang mau terjerumus dalam perjalann kita selanjutnya. Perkenalkan, dua manusia itu bernama Ndaru dan Pelo. Mereka berdualah yang akan menjadi driver super baik hati, sepanjang perjalanan menuju Jogja nantinya.

Setelah perjalanan panjang yang disertai pembicaraan saru oleh Mpok Hindun Mitha dan kawan kawan, akhirnya sampai juga kita di komplek pantai Gunung Kidul pukul 9.45 :)
Well, pantai yang pertama kali kita kunjungi adalah Pantai Baron. Pantai ini merupakan pantai terdekat dari kawasan pintu gerbang. Pertama kali menginjakkan kaki di pantai ini, aroma yang paling tajam tercium adalah aroma ikan-ikan yang cukup tajam. Ya, dari sekian pantai yang akan kita kunjungi nanti, pantai ini lah yang paling ramai, bukan oleh pengunjung tetapi para nelayan lengkap dengan kapal kapalnya dan warga sekitar yang ada di sana.

pose pose dulu di pantai baron
kibaran merah putih di pantai baron
seorang bapak menemani anaknya berenang di pantai baron
pantai baron


Tujuan selanjutnya adalah pantai Sundak, pantai ini lebih sepi dan lebih bersih dari pada Pantai Sebelumnya. Air di pantai Sundak lebih tenang, bening, dan berwarna tosca. Terlihat begitu menawan :)

saya bersama jemuran rumpur laut di pantai sundak (?)
mitha dan saya di pantai sundak
without meeee :(

Setelah puas berfoto dan bermain-main di Pantai Sundak kita bersiap menuju pantai lain, dan kita memutuskan untuk pergi ke Pantai Kukup. Sesampainya di pantai kukup, kami mampir ke salah satu rumah makan terlebih dahulu. Lapeeeeeeer, aw!
Dan yang bikin seneng di rumah makan ini adalah, kita nggak perlu bayar mahal untuk bisa makan sepiring porsi menu di sana. Harganya antara 6000-10000 rupiah. Murah kaaan? untuk ukuran tempat wisata cantik dan jauh dari pemukiman seperti itu. wohooo, lucky us! mari makaaan!!

Setelah perut kenyang dan sholat dhuhur, kami memutuskan untuk masuk ke wilayah pantai kukup. Daaan ternyatai pantai ini nggak kalah indah dibanding pantai-pantai sebelumnya. Permukaan air laut di pantai kukup dipenuhi dengan warna-warna hijau, entah ganggang hijau atau rumput laut hehe pokoknya cantik!
Kurang Lebih 5 meter di sebelah selatan Pantai Kukup terdapat sebuah pulau kecil. Yang membuat pemandangan di Pantai Kukup lebih cantik adalah adanya sebuah jembatan yang memanjang dari pinggiran pantai menuju pulau tersebut, dan di atas pulau berbentuk bukit tersebut terdapat sebuah gardu pandang. Jadi kalo kita lihat sekilas, mirip dengan pemandangan Pantai Tanah Lot di daerah Bali.
Selain itu di Pantai Kukup ini terdapat sebuah tebing yang mirip dengan gua-gua dekat pantai, dan inilah yang membuat saya jatuh cinta kepada Pantai Kukup.

jembatan menuju gerdu pandang di pantai kukup
batu batu besar di pantai kukup
perairan pantai kukup yang kaya akan biota rumput laut segar :)
seorang anak bermain pasir di pantai kukup

Waktu berjalan begitu cepat, tiba-tiba jarum jam di tangan sudah menunjuk ke angka 3 dan angka 12 :| Sebenarnya masih sangat banyak pantai yang ingin kita datangi, seperti pantai ngobaran, pantai indrayanti, air terjun sri gethuk, goa pindul, dan sebagainya.
Namun karena sudah sore dan masih banyak agenda lain menunggu, kita harus bersiap meninggalkan Gunung Kidul menuju Kota Jogja.
Cuuuus berangkaaaats!!!

Rabu, 21 November 2012

Short Trip to Solo Jogja - Day 1

Berawal dari keinginan untuk mengisi waktu selama liburan dan reuni bersama anak kosan, akhirnya terealisasikanlah jalan jalan singkat ke kota Solo dan Jogja, selama 3 hari 3 malam. YEAY!

Kami berangkat bertiga menuju Solo dari Kota Jombang. Awalnya kami hanya bertiga dari sini, karena dua anggota kosan yang lain (Ima dan Mitha) memang sudah penghuni Jawa Tengah, yaitu Kota Karanganyaaaar. (yeaaah, mereka mah tinggal ongkang ongkang kaki juga udah nyampe Solo). Oleh karena itu, kita sepakat untuk menobatkan mereka sebagai tour guide dalam trip kita kali ini. 
Well, langsung aja kali ya masuk ke cerita inti... hewhew

Jadi, kami bertiga berangkat dari Jombang pada Senin, 4 Nov 2012. Kami berangkat menuju Solo dengan kereta Logawa pukul 11 an. Kurang lebih pukul 10 kami bertiga (Saya, Nina, dan Etika) sudah duduk manis  di Stasiun Jombang. Sempet kangen kangenan bentar, sambil ngomongin topi saya yang agak 'tampil' di stasiun waktu itu hahaha.

Akhirnyaaa, kereta Logawa pun tiba. Kami langsung buru-buru cari gerbong dan cari tempat duduk yang sesuai dengan tiket kami. Aha! Dapat! Di antara dua kursi yang saling berpasangan itu ada seorang 'mbak-mbak' yang sepertinya sudah cukup lelah karena perjalann panjang dari kota-kota sebelumnya. Oke, ada tiga kursi yang kosong, daaaan itulah singgasana kami untuk beberapa jam kedepan.

Niat awalnya sih, selama di kereta kita mau save energy, karena perjalanan masih panjang untuk tiga hari ke depan. Yaaah, tapi tau sendiri kan? Kebiasaan orang yang selama bertahun-tahun tinggal dalam satu atap (yang udah biasa makan bareng, jalan bareng, masak bareng, kerja bakti bareng, cerita bareng, sampe tidur bareng) tiba-tiba berpisah dan ternyata sekarang dipertemukan kembali? Apalagi cewek cewek?? hahaha yap, bener! ngooobroooool kesana kemari, nyerocooooos tanpa henti. Dari pantat nempel di kursi kereta sampe pantat diangkat lagi pertanda turun dari kereta, kita ngobrol tanpa henti gak mari-mari. Dari ceritain diri sendiri, cerita diantara kita, sampai ngomongin orang (ups) semua dijabanin. Itu pun masih belom semua sanggup kita ceritakan, karena memang masih terbatas oleh waktu huhu. Okay, akhirnya 4 jam kemudian terdengarlah sayup sayupsuara dari kejauhan  'Solo Jebres... Solo Jebres...' yeup, sudah saatnya kita bersiap siap untuk turun. Disinilah stasiun destinasi kita untuk mengawali perjalanan yang akan begitu meeenyenangkan.

Sesampainya di Stasiun Solo Jebres, kita turun dari kereta dan celingukan kesana kemari. Langsung menghubungi Ima dan Mitha yang sudah siap menjemput dan mengajak kita jalan jalan bersamaaa :) dan ternyata mereka berdua sudah siap di depan stasiun,  tidak lupa bersama kereta kencana.
Stasiun Solo Jebres bukanlah stasiun yang besar, sehingga cukup beberapa langkah saja untuk sampai di parkiran depan stasiun. Dari kejauhan sudah terlihat seorang Mitha dengan style CETAR nya yang sedang sedang menghadap ke jalan. Sontak mulut mulut ini, berteriak. "Mithaaaaa!!!" dan mitha pun langsung menoleh sambil menarik Ima yang tiba tiba udah di rangkul di sampingnya hahaha. Dan seorang Ima pun hari itu nampak sedikit berbeda, lebih feminim dengan outer batiknya yang cantik (outernya... hahaha enggak enggak im. Ima nya juga cantik, efek abis makan soto bareng kali ya.. *ups*)

Lanjuuut, kita semua sudah duduk manis dalam kereta kencana dan dikendarai oleh seorang Ima yang sudah berhasil kemana-mana tanpa SIM di dompetnya. Keluar dari Stasiun Solo Jebres kita langsung berputar-putar mengelilingi kota Solo, ditunjukin ini ikon-ikon Kota Solo, nama jalan nge hits, kantor-kantor di Solo, tempat bersejarah di  Solo, daaan ini lhooo... itu lhooo... lainnya sepanjang jalan.

Karena perut lapar, akhirnya kita memutuskan untuk makan terlebih dahulu. Karena ini judulnya 'trip' yaaa, jadi kita nggak mau makan di tempat tempat biasa. Kita maunya makan menu khas yang ada di kota itu, daaan pilihan kita jatuh kepada Warung Selat Mbak Lies!  
Yak, setelah beberapa kali nyasar dan tak tau arah. akhirnya kita sampai juga di Jalan Serengan, sebuah gang sangat kecil tempat warung ini berada. Kata pertama yang keluar dari mulut begitu melihat interiornya adalah, WOOOW! Saya bener-bener takjub dan suka dengan interiornya yang sangat unik :) selain itu waiter dan waitress selalu pakai kostum yang lucu dan berganti terus setiap hari.


berfoto di depan warung selat mbak lies (Lina, Etika, Mitha, Nina)


Ima, Nina, Etika, Lina


penampakan selat solo


from warungselat.wordpress.com


Setelah puas makan dan berfoto-foto di selat solo, kami langsung bersiap berputar putar di Kota Solo lagi, kali ini mampir di Keraton Solo dan berputar putar di sekitarnya. Di depan keraton kami sempat bertemu dengan dua orang eyang-eyang (yang sepertinya abdi dalem keraton), kita panggil kedua eyang itu soalnya pengen foto bareng. lucu banget, dengan gayanya yang sepertinya masih begitu kental. Namun salah satu dari eyang itu sepertinya enggan untuk difoto, mungkin beliau takut atau berpikir sesuatu yang macam macam. Dan maaf saya juga jadi nggak enak hati, mau upload fotonya disini :( padahal tadinya pengen

Karena di antara kami ada seorang cinderella yang dilarang keluyuran malam-malam (kalo lagi di Solo-Karanganyar) alhasil, sore itu kita harus segera pulang ke istana-istana Mitha dan Ima di Karanganyar.

Review hari pertama done! tunggu review hari kedua dan ketiga di postingan selanjutnya ya!